Ikuti Outbond, Siswa MTsN 6 Sleman Hadapai ASPD dengan Gembira
Sleman (MTsN 6 Sleman) – Jelang Asesmen Madrasah (AM) dan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD), MTsN 6 Sleman ajak siswa kelas 9 mengikuti outbond. Tujuannya adalah untuk kembali meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menciptakan momen bermain sambil belajar siswa jelang ujian. Bertempat di Joglo Dewi Pule, desa Pule Sari Turi Sleman, Senin, (22/04), siswa kelas 9 mengikuti Living Values Education (LVE) yang dikemas dengan kegiatan Outbond yang menarik. Outbond ini akan dibimbing oleh tim Outbond desa Pule Sari yang telah terbiasa menjadi instruktur Outbond bagi para siswa usia remaja setingkat anak SMP/MTs.

Semenjak pagi pukul 07.30, para siswa telah bersiap-siap menuju area outbond dengan menggunakan 6 bus. Mereka telah duduk di bis yang telah ditentukan sebelumnya. Siswa kelas 9G dan Sebagian kelas 9F menempati bis dengan nomor 1 dengan seorang guru pembimbing yang membersamai. Siswa kelas lain menempati bis no 2 sampai nomor 6. Mereka juga telah bersiap dengan seragam olah raga karena nantinya mereka tidak hanya melakukan berbagai permainan khas Outbond, namun juga mengikuti susur sungai kecil yang bertempat di belakang Joglo Dewi Pule. Waka Kesiswaan Nurhuda Kurniawan telah memberikan berbagai instruksi terkait pelaksanaan outbond seperti, tata tertib di tempat outbond dan peralatan pribadi yang harus dipersiapkan. Namun demikian ada saja, barang-barang siswa yang tertinggal. Salah satu siswa kelas 9E datang hanya dengan mengenakan sandal. Ketika ditanya, ia buru-buru menjawab “Maaf, saya kelupaan pakai sepatu”. Sontak beberapa orang di sekitarnya tertawa.

Di area Joglo Dewi Pule, rombongan MTsN 6 Sleman disambut oleh tim Outbond Pule Sari. Tim outbond dengan sigap mengatur para siswa untuk berkegiatan di Joglo Dewi Pule. Salah satu instruktur AMT mengajak para siswa bergembira dengan berbagai kegiatan menarik untuk mengasah berbagai kecerdasan, rasa dan ketrampilan siswa. Berbagai permainan yang membutuhkan konsentrasi siswa dijalanan saat itu. Siswa yang kurang berkonsentrasi akan melakukan kesalahan karena melakukan hal yang tidak sesuai dengan arahan instruktur. Sebagai akibatnya, beberapa siswa yang melakukan kesalahan mendapat hukuman dengan ditempeli kertas oleh temannya di area wajah. “Wah, saya dapat tempelan banyak akibat kurang konsentrasi,” kata salah satu siswa dengan tergelak.

Di akhir kegiatan, para instruktur mengajak siswa untuk menyusuri sungai kecil yang berada di sekitar joglo Dewi Pule. Di sungai tersebut siswa diajak menerapkan prinsip bekerja sama dan saling membantu agar semua dapat melintasi rintangan-rintangan di sungai dengan sukses. “Ayo saling berpegangan dan saling membantu. Sukses harus bersama-sama, tidak boleh egois,” teriak para instruktur memberi arahan sekaligus semangat pada para siswa. Kegiatan ditutup sekitar pukul 13.00 dengan pesan dari Waka Kurikulum Anang Sumarna, M.Si., agar setiap siswa terus bersemangat belajar untuk sukses. “Kalau kita bekerja keras dan bekerja sama, rintangan itu mudah diselesaikan. Jangan pernah merasa bisa, namun harus bisa merasa karena dengan bisa merasa, kita bisa lebih peka terhadap orang lain dan lingkungan,” pesan Anang.Selamat menempuh AM - ASPD anak anak MTsN 6 Sleman. (luf)




.jpeg)




















