• 0274-586274

  • mtsn6sleman@gmail.com

Rihlah Siswa Kelas 8 MTsN 6 Sleman ke Pulau Dewata Bagian Aksi Program Kokurikuler

Kankemenag Sleman News (MTsN 6 Sleman)- Sejumlah 96 siswa kelas 8 MTsN 6 Sleman bersama 18 pendamping bertolak dari Yogyakarta menuju Pulau Bali pada Senin (27/10/2025) dalam rangka melaksanakan studi wisata. Studi wisata ini mengandung misi khusus para siswa untuk melakukan aksi pengamatan arsitektur tradisional yang merupakan rangkaian kegiatan kokurikuler, khususnya untuk kelompok yang mengambil objek amatan arsitektur bangunan di Bali.

“Program kokurikuler kelas 8 semester gasal yang berlangsung di MTsN 6 Sleman tahun ajaran 2025/2026 mengangkat tema ‘Arsitektur Tradisional’ sehingga para siswa diminta menentukan objek bangunan tradisional di Indonesia untuk kemudian dipelajari,” terang Oppie Fadlilah Arumimbang, Koordinator Kokurikuler kelas 8 MTsN 6 Sleman. Dalam teknisnya, para siswa yang terbagi dalam kelompok dengan objek yang berbeda-beda ini melakukan kegiatan mengamati, mendalami, melihat secara langsung, mendokumentasi, mempelajari filosofi makna dari objek. Ragam objek yang mereka pilih di antaranya: Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Tugu Golong Gilig, Tamansari, dan termasuk sejumlah objek di Bali seperti Pura Ulun Danu Bratan Bedugul, Desa Panglipuran, Garuda Wisnu Kencana, serta Pura Tanah Lot. 

“Keberangkatan para siswa kelas 8 ini selain untuk misi pengamatan kegiatan kokurikuler, sekaligus juga sebagai kegiatan penyegaran yang memberikan pengalaman khusus,” pungkas Jazim Kholis, Kepala MTsN 6 Sleman, yang turut menyertai kegiatan. “Berbagai arsitektur dari bangunan Bali yang mengandung sejarah ini dapat dipelajari dari segala seluk beluk filosofi dan pembelajaran di dalamnya dan para siswa lain yang tidak mengikuti studi ke Bali pada waktu yang bersamaan juga mengunjungi objek bangunan sesuai tujuan yang telah ditentukan,” terang Jazim. 

Selanjutnya, di akhir kegiatan kokurikuler para siswa akan mempresentasikan hasil pengamatannya dalam bentuk video reportase. “Cukup menantang kegiatan wisata kali ini karena kami tidak hanya berwisata, tapi harus mengingat misi utama untuk melakukan pengamatan arsitektur bangunan sesuai ketentuan lembar kerja yang diberikan fasilitator,” kesan Najamuna, salah satu siswa 8E yang turut serta dalam studi wisata ke Bali. (sfd)

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!