Kankemenag Sleman News (MTsN 6 Slm)- Rangkaian kegiatan kokurikuler semester gasal kelas 8 MTsN 6 Sleman yang bertema "Tanaman Obat sebagai Solusi Kreatif bagi Kesehatan Gen Z" sudah menuju babak akhir. Satu hari sebelum kegiatan penutupan tema, yaitu pada hari ke-9 yang jatuh pada hari Kamis (15/10/2026) dimulai pukul 09.00 bertempat di setiap kelas 8 digelar unjuk karya aneka minuman sehat sebagai produk kreativitas murid.
Seluruh fasilitator yang telah mendampingi proses murid sejak awal program kokurikuler kelas 8 ini mengakui bahwa sebagian besar murid antusias dalam mempersiapkan kegiatan unjuk karya ini. Program kokurikuler yang berlangsung di kelas 8 ini menerapkan pola STEAM BC yang mengolaborasikan mata pelajaran IPA, Fikih, Matematika, dan Seni Budaya. "Kegiatan unjuk karya menjadi momen perayaan dari rangkaian sebelumnya. Ini patut diapresiasi dari seluruh warga madrasah. Secara bergiliran para murid kelas 7 dan 9 akan mengunjungi unjuk karya ini, termasuk bapak ibu guru," ungkap Siti Juwariyah, S.Pd., M.Si., M.S.I., Kepala MTsN 6 Sleman.
Tema kokurikuler ini bermula dari pengamatan terkait kebiasaan para murid dalam mengonsumsi obat-obatan saat mengalami gejala sakit ringan, seperti pusing atau keluhan demam. “Tidak sedikit para murid yang dengan mudahnya mengonsumsi Paracetamol atau obat generik lainnya saat mengalami keluhan sakit. Di samping itu, fenomena pola konsumsi makanan ringan kaya MSG dan minuman ringan yang berkadar gula tinggi menguatkan asumsi bahwa perlu adanya peningkatan kesadaran kepada para murid untuk memilih solusi alami dengan memanfaatkan khasiat tanaman-tanaman obat sebagai pereda rasa sakit,” terang Oppie Fadlilah Arumimbang, Koordinator Kokurikuler kelas 8.
Setiap kelompok menampilkan berbagai kreasi minuman sehat hasil karya mereka. Para murid kelas 7 dan 9 tidak hanya menyajikan produk minuman, tetapi juga menjelaskan proses pembuatan, bahan-bahan yang digunakan, kandungan manfaatnya, keunggulan produk, serta alasan memilih bahan-bahan tersebut. "Produk minuman sehat ini bisa dilanjutkan dan dikembangkan sehingga bermanfaat sebagai inovasi berwirausaha," tukas Sri Dwi Astuti, S.Pd., salah satu fasilitator yang mengaku takjub dengan kesungguhan para murid dalam meramu minuman sehat ini..
Kegiatan unjuk karya digelar di kelas masing-masing. Secara kreatif, peserta didik menghias stand-nya dengan aksesori yang berkaitan dengan tema minuman yang dibuat. “Kami sangat senang mengikuti kegiatan kokurikuler ini, ternyata bahan-bahan alami rasanya enak juga. Mungkin setelah ini akan berusaha untuk mengonsumsi ramuan minuman sehat daripada minum obat dokter,” kesan Hilmi, salah satu murid 8C. (sfd)