budaya di Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul, Bali, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman pembelajaran di luar kelas yang bertujuan memperluas wawasan murid tentang kekayaan budaya Nusantara sekaligus menanamkan nilai-nilai moderasi beragama.
Pura Ulun Danu Beratan merupakan salah satu destinasi budaya dan sejarah yang dikenal sebagai tempat ibadah umat Hindu di Bali. Melalui kunjungan ini, murid diajak mengenal lebih dekat tradisi, arsitektur, nilai sejarah, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bali yang memiliki karakteristik berbeda dengan lingkungan keseharian mereka.
Meskipun MTs Negeri 6 Sleman merupakan lembaga pendidikan berciri khas Islam, kegiatan ini justru menjadi sarana pembelajaran yang penting bagi murid untuk memahami keberagaman agama dan budaya di Indonesia. Murid mendapatkan kesempatan untuk belajar bahwa perbedaan keyakinan dan tradisi merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus dihormati.
Kegiatan studi budaya ini bukan dimaksudkan untuk mencampuradukkan ajaran agama atau praktik peribadatan, melainkan sebagai bentuk pembelajaran kontekstual agar murid memiliki wawasan luas, sikap terbuka, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara damai di tengah masyarakat yang majemuk.
Melalui pengalaman secara langsung, murid diharapkan mampu mengembangkan sikap saling menghargai, tidak mudah berprasangka, serta memahami pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal ini sejalan dengan semangat moderasi beragama yang mengedepankan sikap adil, seimbang, toleran, dan menghargai martabat sesama manusia.
Kepala MTs Negeri 6 Sleman, Siti Juwariyah, S. Pd., M. Si., M. S. I., menyampaikan bahwa kegiatan studi budaya memiliki nilai pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan karakter murid.
Menurutnya, madrasah tidak hanya bertugas membekali murid dengan pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mempersiapkan mereka menjadi generasi yang mampu hidup di tengah masyarakat yang beragam.
"Kami ingin anak-anak memiliki pemahaman keislaman yang kuat sekaligus wawasan kebangsaan yang luas. Mengenal budaya dan tradisi masyarakat lain bukan berarti mengikuti keyakinannya, tetapi belajar memahami, menghormati, dan menghargai perbedaan. Islam mengajarkan kita untuk menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, bersikap santun, serta menjadi rahmat bagi lingkungan sekitar," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah berharap pengalaman ini dapat membentuk pribadi murid yang religius, berakhlak mulia, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mampu menjadi generasi yang menjunjung tinggi persatuan dan kerukunan bangsa.
Dengan adanya kegiatan studi budaya di Pura Ulun Danu Beratan ini, MTs Negeri 6 Sleman menunjukkan bahwa pendidikan madrasah tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan masyarakat dan kekayaan budaya Nusantara juga menjadi sumber pembelajaran yang berharga untuk membangun generasi Islami yang moderat, berwawasan luas, cinta tanah air, dan menghargai keberagaman.(mnk)