GIANYAR, BALI – Murid MTs Negeri 6 Sleman melaksanakan kunjungan edukatif ke Istana Kepresidenan Tampaksiring, Bali, Kamis (5/11/2026). Kunjungan ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan studi budaya MTs Negeri 6 Sleman di Pulau Dewata yang bertujuan memperluas wawasan, menambah pengetahuan sejarah, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia.
Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan salah satu istana kepresidenan Republik Indonesia yang terletak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Istana ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena dibangun atas prakarsa Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dan mulai dibangun pada tahun 1957. Selain menjadi tempat bagi Presiden untuk beristirahat dan menerima tamu negara, istana ini juga menjadi bagian dari sejarah perjalanan kepresidenan Indonesia.
Melalui kunjungan ini, murid mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat salah satu bangunan bersejarah dan simbol penyelenggaraan pemerintahan negara. Mereka dapat belajar mengenai sejarah berdirinya istana, fungsi istana kepresidenan, serta pentingnya menjaga dan merawat peninggalan sejarah bangsa.
Kunjungan ke Istana Kepresidenan Tampaksiring juga menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap simbol-simbol negara. Murid diharapkan memahami bahwa kemerdekaan dan perjalanan bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dihargai dan dilanjutkan oleh generasi muda.
Kepala MTs Negeri 6 Sleman, Siti Juwariyah, S. Pd., M. Si., M. S. I., menyampaikan bahwa kunjungan edukatif ke Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan pengalaman berharga bagi murid untuk mengenal sejarah dan kehidupan berbangsa secara lebih nyata.
"Melalui kunjungan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada anak-anak. Istana Kepresidenan Tampaksiring bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Kami berharap murid dapat mengenal lebih dekat sejarah negaranya, memahami pentingnya menjaga warisan bangsa, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah berharap kegiatan studi budaya ini dapat membentuk generasi muda yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
"Sebagai generasi penerus, anak-anak harus memiliki pengetahuan, akhlak yang baik, semangat belajar, serta rasa nasionalisme yang tinggi. Kami ingin melahirkan generasi madrasah yang religius, berprestasi, cinta tanah air, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi Indonesia," tambahnya.
Kunjungan ke Istana Kepresidenan Tampaksiring menjadi salah satu pengalaman penting dalam rangkaian studi budaya MTs Negeri 6 Sleman. Melalui pembelajaran langsung di berbagai destinasi budaya dan sejarah, murid diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Tampaksiring untuk Indonesia: Mengenal sejarah, menghargai perjuangan, menumbuhkan nasionalisme, dan mempersiapkan generasi madrasah yang religius serta cinta tanah air.(mnk)